PELATIHAN KONVENSI HAK ANAK

Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, (27/11), Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Berau, di bawah Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak melaksanakan Pelatihan Konvensi Hak Anak yang dilaksanakan di Gedung Balai Mufakat, Jl. Milono, Kec. Tanjung Redeb, Kab. Berau, dengan mengundang narasumber dari Kepala Seksi Tumbuh Kembang Anak, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Ibu. Siti Mahmudah Indah Kurniawati).

Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) merupakan konvensi yang mengatur tentang hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan kultural anak-anak. Pelaksanaan konvensi ini diawasi oleh Komite Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa yang anggotan-anggotanya terdiri dari berbagai negara di seluruh dunia setiap tahun. Mengutip dari website Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan tentang tujuan Konvensi Hak-Hak Anak, “Untuk menegakkan prinsip-prinsi pengakuan atas martabat yang melekat dan hak-hak yang sama pada anak-anak yang diakui sebagai seorang manusia dan merupakan sebagai landasan bagi kemerdekaan, keadilan dan perdamaian. Selain itu, KHA bertujuan menuju Sekolah Ramah Anak (SRA). SRA merupakan satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan dan perlindungan anak di pendidikan. 

Dalam penyampaian narasumber (Ibu Siti Mahmudah Indah Kurniawati) KHA dibagi menjadi 8 (delapan) cluster, yaitu :

  1. Langkah-langkah implementasi umum,
  2. Definisi anak,
  3. Prinsip-prinsip umum KHA,
  4. Hak sipil dan kebebesan,
  5. Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif,
  6. Kesehatan dan kesejahteraan dasar,
  7. Pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya, serta
  8. Perlindungan khusus.

Selain 8 (delapan) cluster KHA, beliau juga menjelaskan tentang 7 (tujuh) langkah membangun Sekolah Ramah Anak (SRA), yaitu:

  1. Keterbukaan, sekolah harus terbuka, jika memang ada kekerasan maka akui.
  2. Komitmen dari para pemimpin.
  3. Kenali segala bentuk kekerasan.
  4. Sekolah harus mempunyai tim kerja inklusif.
  5. Persoalan kekerasan anak di sekolah juga harus dianalisa secara kontekstual.
  6. Pendekatan rasional-ekologis.
  7. Harus ada evaluasi berkelanjutan.

Pelatihan Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) diikuti sejumlah 100 (seratus) tenaga pendidik dari 36 (tiga puluh enam) sekolah yang ada di 4 (empat ) kecamatan, yaitu : Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur). Dalam pelatihan ini disampaikan juga beberapa materi tentang KHA, yaitu : Bedah Kasus, Sekolah Ramah Anak, dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). (DPPKBPPPA Berau/rdg).

 

Penulis : Henry Rizal Kambuno, A.Ma.

Komentar

Print your tickets